ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau dalam Bahasa Inggris disingkat ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) adalah sebuah kondisi yang ditandai oleh adanya ketidakperhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas (sikap/perilaku meledak-ledak) seseorang. ADHD secara umum terdiagnosis pada individu dalam usia muda (hasil riset CDC, Center for Disease Control and Prevention). Diperkirakan 9% dari anak berusia 3 – 7 tahun mengalami kondisi ADHD. Meskipun ADHD biasanya terdiagnosis pada anak-anak, namun ADHD tidak hanya berpengaruh ke anak-anak. Diperkirakan 4% dari orang dewasa juga mengalami kondisi ADHD.

Dengan pengobatan, orang dengan ADHD dapat sukses dalam bersekolah, bekerja dan menjalani kehidupan yang produktif. Para peneliti menggunakan perangkat baru seperti rekam otak (brain imaging) untuk memahami lebih baik gangguan ADHD dan untuk menemukan cara yang lebih efektif dalam mengobati dan mencegah gangguan ADHD.

Gejala

Ketika beberapa perilaku yang berkaitan dengan gangguan ADHD terjadi, seseorang dengan ADHD akan memiliki kesulitan untuk mengontrolnya, dan akan menunjukkan perilaku-perilaku tersebut lebih sering terjadi untuk jangka waktu lebih dari 6 bulan.

Tanda-tanda ketidakperhatian atau ketidakpedulian meliputi:

  • Menjadi mudah bingung, dan melompat dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.
  • Menjadi bosan dengan mengerjakan pekerjaan secepatnya.
  • Kesulitan memusatkan perhatian atau menyelesaikan sebuah pekerjaan atau aktivitas tunggal.
  • Kesulitan menyelesaikan atau melakukan pekerjaan rumah.
  • Kehilangan berbagai barang seperti peralatan sekolah atau mainannya.
  • Tak mendengarkan atau meminta perhatian ketika dirinya bebicara.
  • Melamun atau pikiran mengembara dengan ketiadaan gairah atau motivasi.
  • Kesulitan mengolah informasi secara cepat.
  • Berjuang keras untuk mengikuti arahan atau petunjuk.

Tanda-tanda hiperaktif meliputi:

  • Gelisah dan suka menggeliat, memiliki kesulitan untuk duduk dalam jangka lama.ble sitting still.
  • Berbicara tanpa.
  • Menyentuh atau memainkan apapun.
  • Kesulitan mengerjakan sesuatu tugas atau aktivitas dengan tenang.

Tanda-tanda perilaku meledak-ledak (impulsivity) meliputi::

  • Ketidaksabaran.
  • Bertindak tanpa meperhitungkan akibat, menyemburkan kata-kata atau melempar barang-barang di depannya.
  • Kesulitan bergantian, menunggu atau berbagi.
  • Menyela atau menghentikan aktivitas orang lain.

Penyebab

Ada beberapa faktor yang diyakini memberikan kontribusi terhadap gangguan ADHD:

  • Genetika. Riset menunjukkan bahwa gen berperan besar terhadap ADHD. ADHD sering terjadi pada keluarga dan beberapa kecenderungan dalam area tertentu dalam otak memberikan kontribusi terhadap perhatian seseorang.
  • Faktor Lingkungan. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara merokok dan pengunaan alkohol selama proses kehamilan terhadap anak dengan ADHD. Penelataran anak juga memperlihatkan peningkatan gejala ADHD pada anak.

Diagnosis

Gangguan ADHD dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa, tetapi lebih sering terjadi pada masa kanak-kanak. Mendapatkan diagnosis ADHD terkadang sulit karena gejala ADHD serupa dengan perilaku umum hampir semua kanak-kanak. Para guru sering menjadi orang yang pertama kali mengetahui gejala-gejala ADHD karena mereka melihat bagaimana perilaku anak-anak dalam lingkungan bekajarnya bersama teman-teman sebayanya setiap hari.

Tidak ada alat uji tunggal yang dapat mendiagnosis seorang anak dengan gangguan ADHD, sehingga bertemu dengan dokter atau profesional kesehatan jiwa diperlukan untuk mendapatkan semua yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Tujuannya adalah untuk mengesampingkan penyebab-penyebab di luarnya seperti perubahan lingkungan, kesulitan di sekolah, permasalahan kesehatan, dan menjamin anak-anak dari permasalahan kesehatan lainnya.

Penatalaksanaan (Treatment)

Gangguan ADHD dapat dikelola dan diobati dengan beberapa cara sebagai berikut:

  • Pengobatan medis, meliputi pemberian stimulan, non stimulanm dan antidepresan.
  • Terapi perilaku
  • Manajemen-diri, program edukasi dan asistensi melalui sekolah atau tempat kerja atau pendekatan penatalaksanaan alternatif.

Kondisi-kondisi Terkait

Sekitar dua per tiga anak-anak dengan gangguan ADHD juga mengalami kondisi atau gangguan lainnya. Beberapa orang dewasa juga terdampat dengan gejala-gejala gangguan lainnya. Kondisi-kondisi yang umum terjadi yang berkaitan dengan ADHD adalah sebagai berikut:

  • Disabilitas dalam belajar.
  • Gangguan menjadi lawan dan terasing: penolakan untuk menerima arahan atau kepercayaan dari orang dewasa atau orang lain.
  • Gangguan perilaku, perilaku merusak atau perilaku kekerasan.
  • Gangguan kecemasan dan depresi
  • Gangguan kompulsif -obsesif.
  • Gangguan bipoter
  • Tourette’s syndrome
  • Gangguan tidur
  • Mengompol di tempat tidur
  • Penyalahgunaan barang

Gejala-gejala dari kondisi lainnya tersebut umumnya membuat pengobatan ADHD lebih sulit. Berkonsultasi dengan profesional terlatih diperlukan untuk mendapatkan bantun diagnosis yang akurat untuk meningkatkan pengobatan yang efektif.

 

****

Artikel disusun dari naskah asli ADHD. NAMI. https://www.nami.org/Learn-More/Mental-Health-Conditions/ADHD

Facebook Comments