Gangguan Kesehatan Jiwa

Pertemuan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia Simpul Yogyakarta di Rumah Seni Dwi Putro Bantul Yogyakarta (Desember 2011).

Gangguan kesehatan jiwa (beberapa referensi sebelumnya disebut dengan sakit jiwa) adalah suatu kondisi pada seseorang yang berpengaruh pada pemikiran, perasaan atau mood-nya. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan fungsi kehidupan sehari-hari. Setiap orang yang mengalami gangguan jiwa dapat memiliki pengalaman kondisi yang berbeda-beda, meskipun telah memiliki kesamaan diagnosis gangguan kesehatan jiwa.

Pemulihan (recovery), termasuk kemampuan berperan penting dalam kehidupan sosial, sekolah dan bekerja sangat dimungkinkan terlaksana, terlebih ketika seseorang dengan gangguan jiwa tersebut mendapatkan perawatan sejak awal terdiagnosis, dan dirinya mampu berperan secara kuat dalam proses pemulihannya.

Gangguan Kesehatan Jiwa (Mental Health Disorder)

Gangguan kesehatan jiwa bukanlah disebabkan penyebab tunggal atau peristiwa tunggal. Riset menunjukkan multifaktor menjadi penyebabnya. Genetika, lingkungan, dan pola tumbuh-kembang-psikis dapat menyebabkan terjadinya kondisi gangguan kesehatan jiwa. Pekerjaan yang penuh dengan tekanan atau kehidupan rumah tangga penuh tekanan dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terkena gangguan jiwa, sebagaimana kejadian-kejadian traumatis yang dialami seperti juga menjadi korban tindak kriminalitas. Proses biokimia dan sambungan-sambungan (circuits) dan struktur dasar otak dimungkinkan juga memiliki peranan terjadinya gangguan kesehatan jiwa pada seseorang.

Pemulihan dan Menjaga Agar Tetap Sehat

Satu dari 5 orang dewasa di Amerika Serikat berada dalam kondisi gangguan jiwa setiap tahunnya. Satu dari 17 orang dewasa menjalani kehidupan dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia atau gangguan bipolar. Gangguan kesehatan jiwa yang menimpa seseorang pada umumnya memiliki dampak yang tak dapat diabaikan terhadap keluarga, teman, dan komunitas.

Separuh dari penderita gangguan jiwa sesungguhnya telah terjadi sejak usia sekitar 14 tahun, dan 75% kondisi kesehatan jiwanya terbangun pada usia sekitar 24 tahun. Perubahan kepribadian dan perilaku yang normal para pemuda-remaja menjadi tanda gejala-gejala terselubung dari gangguan kesehatan jiwa yang dialaminya. Dukungan dan perkuatan sejak dini menjadi sangat penting untuk mengingkatkan hasil pemulihan kondisi kesehatan mentalnya.

 

***

Artikel disusun berdasarkan naskah asli “Mental Health Condition”. NAMI. https://www.nami.org/Learn-More/Mental-Health-Conditions

Facebook Comments