Peran Jurnalis dan Media Massa dalam Penanggulangan Bunuh Diri

Media massa (cetak, elektronik, dan online) berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Walaupun media punya kebebasan untuk menayangkan berita, namun mereka harus menyadari akibat dari berita tersebut terhadap masyarakat.

Sejumlah novel, televisi, film, majalah dan surat kabar melaporkan peristiwa bunuh diri sebagai tindakan yang berani dan menjelaskan secara rinci cara bunuh diri yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Data menunjukkan bahwa dengan penayangan demikian ternyata angka bunuh diri di masyarakat menjadi meningkat. Jadi media dapat berperan negatif atau positif dalam membentuk pemikiran dan perilaku masyarakat.

Media massa sebaiknya melakukan hal berikut:

  • Laporan tentang bunuh diri perlu menekankan bahwa setiap bunuh diri merupakan kerugian bagi masyarakat.
  • Hati-hati menayangkan ”celebrity suicide”, jangan dianggap sebagai tindakan pahlawan. Berikan publikasi yang minimal terhadap hal tersebut.
  • Hindari memberikan penjelasan yang rinci tentang cara dan tempat bunuh diri, karena masyarakat ingin tahu dan melihat tempat tersebut dan mungkin pula melakukannya dengan motif dan cara yang sama. Bila terdapat tempat dengan risiko tinggi, maka media perlu menekankan bagaimana cara membuatnya lebih aman untuk mengurangi kejadian bunuh diri.
  • Bunuh diri tidak terjadi karena faktor tunggal. Jangan menyalahkan korban, karena tindakan tersebut disebabkan oleh kombinasi berbagai penyebab. Tekankan bahwa gagal bercinta, tidak lulus ujian, tidak jadi ke luar negeri bukan merupakan penyebab bunuh diri. Masyarakat perlu diberi informasi bagaimana cara menghindari tindakan bunuh diri.
  • Pemberitaan bunuh diri di media massa merupakan beban yang memalukan bagi keluarga.
  • Beritakan tanda-tanda yang perlu diwaspadai yaitu bencana sosial, masalah ekonomi dan gangguan jiwa (khususnya depresi). Pada situasi tersebut perlu kerjasama yang erat dengan petugas kesehatan.
  • Berikan penjelasan dampak bunuh diri kepada individu yang selamat, pegawai dan keluarganya serta akibat terhadap individu baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Jelaskan tentang miskonsepsi, budaya, keyakinan dan mitos tentang bunuh diri. Menumbuhkembangkan kewaspadaan dan mengubah pemikiran masyarakat merupakan salah satu dari tanggung jawab media dalam upaya pencegahan bunuh diri.
  • Media lokal dapat memberikan informasi tentang ”hotline service”, pusat pencegahan krisis, pusat pengobatan keracunan, atau LSM yang dapat memberikan bantuan kepada individu dan keluarganya.
  • Pemilihan kalimat seperti ”bunuh diri yang berhasil” atau ”bunuh diri yang lengkap” sangat berpengaruh dalam persepsi negatif masyarakat dalam upaya pencegahan kejadian bunuh diri.
  • Media massa perlu bekerja sama yang erat dengan petugas kesehatan sebelum menayangkan berita.

Tanggung jawab utama media massa adalah mempersiapkan dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa bunuh diri dapat dicegah.

 

.

Facebook Comments